Di Kulonprogo, Limbah Sabut Kelapa Sudah Naik Kelas



Pernah ke Yogyakarta?
Sekitar lima puluh kilometer ke arah barat dari kota Yogyakarta, disitulah kabupaten Kulonprogo berada.  Ya, kabar baik untuk Indonesia kali  ini datang dari Dusun Gunung Kukusan, Kulonprogo, Yogyakarta

Mengenal lebih dekat Dusun Gunung Kukusan
Secara geografis,  Dusun Gunung Kukusan berada di dataran tinggi dengan batas utara berupa Waduk Sermo,  batas barat berupa perbukitan  Menoreh, bagian timur berbatasan dengan Kota Wates, dan bagian selatan berbatasan dengan Dusun Kalirejo. Lokasi pada dataran tinggi membuat iklim di sekitar Dusun cenderung lembab dan memiliki jenis tanah sedikit liat sehingga Dusun Gunung kukusan sangat cocok untuk ditanami kelapa.  Menurut data dari BPS DIY, Kulonprogo memiliki potensi lokal berupa jumlah pohon kelapa yang besar dengan produksi yang meningkat dari tahun 2012 dengan 29.584 ton kelapa ke tahun 2013 dengan 29.761 ton kelapa.
Beginilah gambaran dusun kukusan (Dokumentasi Tim UGM)
Sebanyak 165 kepala keluarga bernaung di wilayah ini.  Jika dilihat dari segi pekerjaan, sekitar 90% penduduk bekerja sebagai petani nira (petani kelapa). Masing-masing kepala keluarga memang memiliki 15 – 40 pohon kelapa. Mereka mengolah nira kelapa menjadi gula kristal dengan hasil 3-5 kg dalam sehari. Harga jualnya 10.500 – 13.500/kg, artinya pendapatan kotor sekitar Rp 945.000 – 2.025.000 per bulan. Selain itu, warga menjual buah kelapa kepada pengepul. Dengan waktu panen buah kelapa sekitar empat bulan dan satu pohon kelapa menghasilkan 15 buah, maka pendapatan maksimum yang bisa diperoleh sebesar Rp 900.000 tiap empat bulan. Ya, wajar saja jika data BPS pada tahun 2013, terdapat  259.945 orang atau sekitar 21.4% warga Kulon Progo yang berada di garis kemiskinan.

Potensi yang bisa kembangakan
Kesadaran akan peluang pemanfaatkan buah kelapa menjadi cukup penting agar dapat menjadi jawaban dari permasalahan untuk mengurangi kemiskinan.  
Kegiatan pertanian ini memiliki dua pekerjaan utama yaitu pemanenan nira dan proses pembuatan gula nira. Pemanenan nira sewajarnya dilakukan oleh pria dalam hampir satu hari penuh, sedangkan kalangan wanita sebagian besar waktunya hanya digunakan untuk menunggu perebusan nira. Kegiatan ini membuat pihak wanita Dusun Gunung Kukusan yang tergabung dalam kelompok “PKK Aster” menjadi kurang produktif dan menjadi salah satu potensi yang dapat dimanfaatkan.
Potensi lain dari pemanfaatan kelapa adalah banyaknya jumlah sabut kelapa hasil sisa pemanenan buah kelapa. Buah kelapa yang dipanen akan dijual ke pengepul akan menyisakan sabut kelapa di lingkungan masyarakat. Sayangnya, sabut kelapa dibuang sehingga menumpuk menjadi gunungan “sampah” atau malah dibakar yang menyebabkan polusi udara. Oleh karena itu, Dusun Gunung Kukusan memiliki dua potensi utama yang dapat dikembangkan, yaitu kelompok PKK Aster yang kurang produktif dan melimpahnya sabut kelapa yang masih dianggap sampah.
Program O-Coco, limbah sabut kelapa naik kelas
Sekelompok mahasiswa Teknik UGM bernama Yofrizal Alfi, Fikri Muhammad, Yulisyah Putri Daulay, Putu Sri Ronita Dewi, Verna Ardhi Hafsari hadir untuk masyarakat Dusun Kukusan. Di tangan mereka inilah, limbah sabut kelapa akan naik kelas. Mereka memberikan program bimbingan kepada PKK  Aster  dalam pengolahan limbah sabut kelapa menjadi  produk inovasidaerah bernama O-Coco. Produk O Coco terdiri dari bantal dan guling yang disertai sarung bantal dan sarung guling yang menarik. O Coco juga dipasarkan sebagai souvenir inovasi daerah  atau oleh-oleh khas dari Daerah Kulonprogo.
Proses produksi  dibagi menjadi dua proses, yaitu proses produksi coco fiber atau serat kelapa dan proses produksi sarung bantal guling. Limbah sabut kelapa yang dikumpulkan dikeringkan dan diolah sedemikan rupa sehingga menjadi serat – serat halus dari sabut kelapa. Dalam pengolahan ditambahkan aromaterapi untuk memberikan sensasi wangi. Terakhir, coco fiber dikemas dalam sarung bantal guling yang cantik. 
Bagaimana proses pemberdayaan masyarakat ini? 
Kelima mahasiswa UGM tersebut mendampingi PKK Aster mulai dari hal teknis sampai langkah strategis. Kini, telah dibentuk kepengurusan program O Coco PKK Aster dengan tujuan untuk membentuk kemandirian dan keberlanjutan dari program O Coco ke depannya. Mereka  memberikan mesin jahit, palu, sisir besi, dan perlengkapan menjahit, dan beberapa alat lainnya yang dibutuhkan untuk proses produksi O Coco. Selain itu, mahasiswa tersebut juga memberikan modul, yaitu modul mengenai proses produksi serabut kelapa dan  modul mengenai cara menjahit sarung bantal untuk memudahkan masyarakat dalam produksi secara mandiri. Serangkaian pelatihan produksi hingga pemasaran rutin diberikan kepada PKK Aster.
Pelatihan pembuatan coco fiber oleh mahasiswa UGM (dokumentasi pribadi tim UGM)
PKK Aster sedang menjahit sarung bantal (dokumentasi tim UGM)


Peningkatan ekonomi masyarakat
Kabarbaiknya, kelompok masyarakat Dusun Gunung Kukusan khususnya kelompok PKK Aster telah berhasil untuk memproduksi bantal dari sabut kelapa. Program O Coco yang bertujuan untuk memanfaatkan potensi lokal serta untuk meningkatkan produktivitas dari masyarakat mendapatkan respon yang sangat baik dari warga.

Produk O-Coco yang sudah dipasarkan (Dokumentasi Tim UGM)

O Coco merupakan inovasi daerah berupa produk bantal dengan menggunakan modal yang murah namun memiliki nilai ekonomis yang tinggi. O Coco mampu bersaing pada pasar lokal dengan harga per produknya sebesar RP.30.000,00 sehingga dapat meningkatkan pendapatan warga Dusun Gunung Kukusan dan sekaligus membantu meningkatkan kesejahteraan warga.
Pemasaran produk ini dilakukan secara online dan offline. Media online yang digunakan seperti Tokopedia, Buka Lapak,  instagram dan facebook yang dikelola oleh PKK Aster. Produk juga dijual ditoko dan pasar di sekitar Dusun Gunung Kukusan 
Atas kerja kerasnya tersebut, kelompok mahasiswa UGM tersebut mendapat penghargaan medali emas dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional ke 29 di IPB. Memang pantas!

Artikel ini diikutsertakan pada Kompetisi Menulis Blog Inovasi Daerahku - https://www.goodnewsfromindonesia.id/competition/inovasidaerahku

0 komentar:

Posting Komentar

lets talk !

 
OH, GOOD DAY! © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Buy Dofollow Links! =) , Lastminutes and Ambien Side Effects