Tampilkan postingan dengan label KKN. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KKN. Tampilkan semua postingan

Pesona Pantai Siung

meninggalkan kota dan rutinitas, menyegarkan pikiran sejenak, menghirup udara segar, menuju pantai Siung di Gunungkidul, Yogyakarta.

eksotisme dan pesona pantai Siung, kayak di naruto yaa~

.
di area berbahaya, malah foto foto :o

saya yang pake baju item kerudung ungu kebiruan, nomer dua dari kanan (gak penting-red)

saya diantaranya oka  aka duta wonosobo dan rohmad aka mbah kaum


See you !

Seberapa arti kehadiran kami buat mereka ? saya pun tidak tahu, Yang jelas, setiap momen bertajuk "perpisahan KKN" yang kami adakan di SD,MI, SMP, perangkat desa dan masyarakat selalu berakhir dengan air mata haru. Pun saya dan teman teman berjanji bahwa akan kembali lagi ke Dieng Wetan untuk belajar bersama kalian lagi. Sungguh, KKN memang menjadi masa yang paling meng(hidup)i selama saya menyandang sebagai seorang mahasiswa.
Dan  pada suatu pagi, dua anak Dieng itu datang ke penginapan, membawa kado dan sebuah surat yang ditulis khusus untuk saya. Betapa terharunya sayaaaaa. Terimakasih buat indah, umamay dan safira yang udah beliin kado. terimakasih ya :)

Asalamualaikum wr,wb
Kak Fera selamat tinggal kak, semoga kakak cepat sukses disana. Dan selamat juga saat di perjalanan sampai tujuan. Dan berkat kakak, aku bisa mengerjakan soal soal yang diberikan oleh guru. Semoga kita bisa ketemu lagi ya. Dan aku ada satu hadiah buat kak fera, tapi ada 1 syarat. Satu, kak Fera harus menjaga hadiah ini dari aku ya kak dan juga aku titip salam untuk kakak kakak semuanya. Buka ya hadiahnya dari aku, I love you forever, aku akan mengingat namamu selalu. Selamat tinggal kak. Salam manis, Umamay M

surat dari Umamay


bersama OSIS SMP N 2 Kejajar, Dieng Wetan

bersama siswa MI Kalilembu, Dieng Wetan

Bulan dan Bintang Mengejar Matahari

sebut saja ini sebuah "film". Film berdurasi 24 menit ini kami persembahkan kepada semua warga Dieng Wetan,khususnya anak Dieng Wetan, semoga mereka tidak berhenti di bangku sekolah dasar, bangku SMP ataupun berhenti di ladang. Indonesia menanti kalian, kawan ! Film ini juga kami persembahkan kepada smeua anak Indonesia yang berani bermimpi :)
Saya tidak tidur lho waktu ngedit film ini, makasih buat Lulut, Ade dan Rohmat yang udah nemenin begadang sampai pagi. Terimakasih buat tim KKN PPM UGM Unit 113, terimakasih !

Judul : Bulan dan Bintang Mengejar Matahari
Sutaradara : Nur Rohmad
Kameramen : Lulut Yuni Susanti
Editor : Fera Amelia
Scriptwriter : Ade Setio Nugroho

Wonosobo Culture Festival






unit 113 berkumpul di kantor kecamatan Kejajar

Wonosobo Culture Festival, adalah acara tahunan yang diselenggarakan oleh Kabupaten Wonosobo sebagai bentuk promosi budaya masing masing kecamatan di Wonosobo. Wonosobo Culture Festival diadakan pada peringatan ulang tahun wonosobo.  Dieng berada dikawasan kecamatn Kejajar, Kabupaten Wonosobo. So, kami ikut memeriahkan  dengan menjadi peserta pawai sebagai perwakilan kecamatan Kejajar.

Dieng : Negeri di Atas Awan

bagai berada di atas awan. foto diambil di pinggir jalan lho !

Desa dieng berada di ketinggian 2000 dpl. Kawasan Dieng Plateu merrupakan desa tertinggi di pulau Jawa dan desa nomer dua paling tinggi di dunia. For your info, ketinggian awan ada yang dibawag 200 dpl, jadi ya wajar jika dieng disebut negeri di atas awan :)

Pesona Telaga Warna Dieng

Telaga Warna jaraknya sangat dekat dengan pondokan KKN PPM UGM Unit 113, hanya sekitar  5 menit saja jika ditempuh dengan sepeda motor.  Tiket masuknya hanya enam ribu saja. tapi saya dan teman teman jika masuk ke telaga warna berapa kalipun tidak dipungut biaya sepeserpun. hehehe :p Mitosnya, berbagai macam warna pada telaga itu disebabkan dari pancaran kalung putri raja, semua warga kerajaan menangis hingga kerjaan tenggelam karena putri menolak kalung tersebut.
berbagai macam warna yang disebabkan adanya paparan sinar matahari


foto dulu :P

another spot in telaga warna
telaga pengilon, telaga di samping telaga warna


Berbagi Untuk Mereka :)


Naik turun bukit, itu yang saya lakukan beberapa hari ini untuk menuju kawasan SMP 2 Kejajar. SMP 2 Kejajar berada persis diatas bukit.  Setiap pagi, saya dan teman teman melawan dingin dan berjalan menyusuri  tanjakan untuk menuju SMP 2 Kejajar. Ditempuh sekitar 15 menit  dengan jalan kaki dari pondokan mahasiswa KKN.


Sistem Pendidikan
Dispilin dan keras. Begitu kesan pertama yang saya dapatkan ketika menginjakkan kaki di SMP 2 Kejajar. Jangan heran jika melihat guru yang menampar muridnya, jangan heran jika medengar guru yang memaki muridnya.  Itu semua dilakukan agar terbentuk jiwa dispilin dan rasa tanggung jawab pada diri siswa. Anak- anak Dieng memang khas, jika tidak dididik dengan keras, mereka akan malas-malasan saja. Pendapat ini dinyatakan langsung oleh salah satu guru PKN  yang bernama Pak Eko (lulusan filsafat UGM 5 tahun yang lalu, orang Bantul asli-red).  Kegiatan belajar mengajar berlangsung dari jam 7.15 hingga pukul 13.00. Kawasan Dieng merupakan lingkungan yang agamis sekali, jadi ya setiap pagi semua siswanya tadarus bersama.  Kegiatan ekstrakurikuler di SMP N 2 Kejajar ini tidak jauh berbeda dengan sekolah di Jogja yaitu tari, PMR, musik. Namun, ada satu ekstrakurikuler yang unik dan khas yaitu esktrakurikuler home industry.  Home insutry adalah esktrakurikuler yang mengajarkan tentang industri rumah tangga yang khas di kawasan Dieng yaitu Carica, Terong Belanda. Tidak heran lagi, jika pendidikan ini diberikan sejak usia muda. 

Program KKN, sebuah pengabdian
Belajar bersama dan berbagi ilmu, begitulah aktivitas yang saya (dan anak anak KKN-red) lakukan di SMP N 2 Kejajar.  Beberapa hal yang diberikan untuk siswa SMP N 2 Kejajar adalah pelatihan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pelatihan informasi obat, pelatihan  Pertolongan Pertama Pada Kecelakan (P3K), pelatihan public speaking, pembinaan UKS,  English for Fun, penyuluhan bahaya rokok dan NAPZA. 
Metode penyampaian dilakukan dengan permainan, diskusi dan nonton film.  Metode ini saya pilih mengingat anak Dieng memang bandel dan agak pemalas. So, perlu penangangan khusus. Hehehe
games pada training informasi obat

outbond- salah saru materi PHBS
kompeks candi arjuna, tempat outbond PHBS


Pembinaan UKS dan Pelatihan P3K diberikan setiap hari selasa dan kamis pada saat ekstrakurikuler PMR. Penyuluhan bahaya rokok dan NAPZA sudah selesai dilaksanakan pada saat MOS siswa kelas VII.   
saya sedang memberi training public speaking

masih suasana training public speaking

training bahaya rokok dan NAPZA

Senang rasanya bisa mengenal dan berbagi dengan mereka.  Pengalaman ini sangat sangat berkesan banget! Kegiatan yang dilakukan di SMP N 2 Kejajar ini membuat saya semakin ingin untuk bergabung dengan Indonesia Mengajar !

Golden Sunrise Gunung Sikunir

Akhir akhir ini saya akan rajin memposting tentang kegiatan KKN yang  sudah sepekan  ini saya jalani. Sebenarnya  KKN-nya sudah berlangsung dua pekan. Namun, karena ikut PIMNAS, saya ijin pelaksanaan KKN selama sepekan. Dan tibalah saya di Dieng Wetan pada tangagal 14 Juli 2012.  Perjalanan dari Jogja ke Wonosobo dengan Ramasakti travel membutuhkan waktu sekitar empat jam. Biaya yang dibutuhkan cukup murah, 45 ribu saja. Setibanya di Wonosobo, Oka dan Rohmad sudah siap untuk menjemput ke Dieng. Karena barang bawain yang cukup banyak, kami memilih naik bus tujuan Dieng, tarifnya hanya tujuh rupiah saja per orang. Sepanjang perjalanan dari Wonosobo ke Dieng, benar benar diberi pemandangan yang wow banget lah. Pikiran pikiran penat yang dibawa dari Jogja, langsung hilang seketika, melebur dengan keindahan alam yang ada. Subhanallah banget !

Kedatanganku di Dieng disambut dengan ajakan untuk mendaki puncak sikunir.  Tawaran yang menggiurkan. Ini bukan pendakian yang main main saja, pendakian ini merupakan salah satu program Konservasi Alam KKN PPM UGM Unit 113. Kami berlima belas yang berada di satu wilayah KKN, memutuskan untuk mendaki Sikunir pada tanggal 15 Juli, pukul 03.00 dini hari agar bisa melihat golden sunrise.  Gunung Sikunir, menanti bangunnya sang surya di negeri ajaib, begitu slogannya :) Gunung Sikunir, memang terasa asing namanya, tidak sepopuler Gunung Merapi, Bromo ataupun Rinjani. Namun, Golden Sunrise yang dimilikinya merupakan sunrise terbaik nomer 3 di dunia.
di puncak sikunir
 Belakang : Agra- Fera- Yuli-Ade Depan: Dita Rohmad-Suta-Shinta-Reni-Dewi.
menunggu datangnya mentari di puncak sikunir :)


semburat Golden Sunrise yang mulai terlihat
turun gunung, ada danau cebong di kaki gunung !

  
Puncak Sikunir berada di 2350 meter dpl. Jalur pendakianpun sangat menantang, membuat nafas terengah engah, kaki yang lumayan pegel pegel dan dinginya udara dieng yang sangat menusuk tulang, Bayangkan, jam 3 dini hari, suhunya bisa mencapai 4 derajat celcius -.-Pendakian ini memang membuat lelah, terutama bagi orang yang berbadan besar seperti saya, namun rasa lelah itu terbayar lebih dari lunas setelah sampai di puncak sikunir !

Di puncak disugugi oendangan yang tidak bisa saya deskripsikan dengan kata-kata. huaaa! Terlihat gunung Merapi, Bromo, Sumbing, Merbabu dan Sindoro. Kabut dan awan awan yang sangat dekat membuat diri ini merasa berada di negeri atas awan. Lampu lampu desa yang tampak sangat cantik. Pemandangan alam yang luar biasa indah. Maha besar Allah sekali !

 
OH, GOOD DAY! © 2012 | Designed by Rumah Dijual, in collaboration with Buy Dofollow Links! =) , Lastminutes and Ambien Side Effects